Instalasi Dan Konfigurasi IP FIRE
IPFIRE adalah system operasi yang digunakan sebagai firewall, router,
proxy server, dan lain-lain yang berguna untuk mengamankan system
jaringan komputer. IPFIRE didistribusikan dibawah licensy GPL (General
Public License) atau sering kita menyebutnya linux. IPFIRE sendiri
merupakan pengembangan dari IPCOP dan Smoothwall yang kemudian
dikembangkan sendiri secara mandiri oleh team pengembang IPFIRE. Dalam
mengembangkan proyek ini team pengembang IPFIRE menitik beratkan pada
kemudahan isntalasi, kemudahan konfigurasi karena IPFIRE dapat
dikonfigurasi melalui WEB interface dan level keamanan yang tinggi
selain itu team pengembang IPFIRE juga benar-benar memperhatikan masalah
keamanan jaringan komputer secara dynamis dan berkala agar tetap aman.
Dengan demikian IPFIRE sangat cocok digunakan untuk network
administrator pemula maupun profesional. Selain itu IP Fire ini juga
biasa digunakan dalam praktek pendidikan terutama di SMK yang berbasic
Teknik Komputer Dan Jaringan (TKJ) seperti pada UKK 2012 dan 2013 di SMK
PGRI 3 TANGGUL. Berikut adalah cara menginstallnya :
BOOTING
Booting dari CD
Setelah memburning ISO IPFire ke CD,
masukkan CD tersebut kedalam komputer yang akan anda pasangkan IPFire
kemudian atur BIOS untuk melakukan booting dari CD.
Booting dari USB
Jika melakukan instalasi menggunakan USB
kedalam perangkat USB lain, maka BIOS kemungkinan akan gagal menemukan
perangkat untuk booting. Dalam kasus ini, mulailah instalasi tanpa
menggunakan perangkat USB kedua. Setelah layar selamat datang tampil,
hubungkan perangkat USB kedua dan IPFire akan dapat menyelesaikan
instalasi tanpa masalah.
sesudah booting, muncul layar pengaturan bahasa untuk proses instalasi dan antarmuka web.
Tampil peringatan bahwa hard drive anda akan di format agar dapat menjalankan IPFire.
Tampil pilihan filesystem yang digunakan. Anda dapat memilih Ext3, Ext4 atau ReiserFS untuk hard drive.
Tampil peringatan jika hard drive memiliki
kapasitas yang kecil. Anda dapat meneruskan instalasi, akan tetapi ada
kemungkinan kegagalan proses tersebut. Jika hard drive anda mulai penuh
proses instalasi mungkin tidak dapat diselesaikan karena alokasi swap
yang sangat kecil atau kegagalan tugas installer.
Hard drive akan di partisi dan di format
Instalasi selesai, anda dapat mengeluarkan CD instalasi dan sistem akan otomatis direboot.
Tampil pilihan input keyboard, pilihlah “us”
Layar yang tampil selanjutnya adalah
pengaturan timezone. Sesuaikan timezone dengan lokasi anda berada.
Asia/Jakarta untuk Indonesia bagian barat, Asia/Makassar untuk Indonesia
tengah dan Asia/Jayapura untuk Indonesia bagian timur.
Anda harus menentukan nama domain pada layar selanjutnya, default-nya adalah "localdomain". Jika anda memiliki maka anda dapat menentukannya disini.
5. PASSWORDS
Menentukan
password untuk root. Akses root dapat digunakan untuk login kedalam
sistem melalui terminal atau SSH. Tulisan password tidak akan
ditampilkan tampil saat anda mengetikkannya.
Selanjutnya anda akan diminta memasukkan password untuk admin. Akses
admin digunakan ketika anda mengakses antarmuka web (Web GUI) IPfire.
6.JARINGAN
Standarnya IPFire menggunakan Green + Red yang mewakili 2 jaringan. Umumnya, anda memiliki satu jaringan untuk jaringan lokal, yaitu jaringan Green, dan jaringan internet, yaitu jaringan Red Jumlah maksimal jaringan adalah 4 - dengan sebutan Green, Blue, Orange and Red.
Standarnya IPFire menggunakan Green + Red yang mewakili 2 jaringan. Umumnya, anda memiliki satu jaringan untuk jaringan lokal, yaitu jaringan Green, dan jaringan internet, yaitu jaringan Red Jumlah maksimal jaringan adalah 4 - dengan sebutan Green, Blue, Orange and Red.
| RED | WAN digunakan sebagai Jaringan eksternal, terhubung dengan internet |
| GREEN | LAN digunakan sebagai Jaringan internal/privat, terhubung secara lokal |
| ORANGE | DMZ digunakan sebagai Jaringan tidak terproteksi/server, DeMilitarized Zone |
| BLUE | WLAN digunakan sebagai Jaringan nirkabel/wireless, jaringan terpisah untuk klien nirkabel |
Menentukan
kartu antarmuka jaringan sesuai dengan jaringan yang anda tentukan
sebelumnya.
Contoh pengaturan antarmuka jaringan adalah sebagai berikut : Anda
memiliki kartu ethernet Intel menghubungkan IPFire ke jaringan LAN
(GREEN) dan kartu ethernet Realtek menghubungkan IPFire ke modem (RED).
Pertama, pilih “GREEN” kemudian arahkan pilihan ke “Select” kemudian
arahkan ke pilihan Intel ethernet, dan tekan enter. Kedua, pilih “RED“,
arahkan ke pilihan “Select” kemudian arahkan ke pilihan Realtek ethernet
dan tekan enter. Terakhir pilih “Done” untuk menyimpan pengaturan.
Menentukan IP address untuk antarmuka jaringan. Kelas IP Address harus berbeda.
Peringatan
muncul setelah pengaturan IP address selesai, pilihlah "Ok".
Jika anda ingin melakukan perubahan konfigurasi diatas, anda dapat
menjalankan perintah "setup" untuk menampilkan antarmuka konfigurasi
melalui terminal atau SSH.
Antarmuka
"Red" memiliki pengaturan khusus karena konfigurasinya tergantung pada
ISP atau metode apa yang akan anda gunakan agar mesin IPFire dapat
terhubung ke internet.
Tergantung
pada tipe koneksi yang anda gunakan, anda harus menentukan pengaturan
diatas dengan detail. Jika anda tidak yakin apa tipe koneksi yang anda
gunakan, cobalah menggunakan DHCP. Jika diperlukan, anda dapat meminta
petunjuk pengaturan jaringan dari ISP langganan anda (tipe otentikasi,
username, password dan sebagainya).
Jika anda memilih "Static" untuk interface RED, maka anda perlu memasukkan DNS dan gateway pada menu "DNS and gateway settings".
10. DHCP SERVER
Pengaturan
DHCP server. Anda dapat mengaktifkan DHCP server pada IPFire untuk
memberikan parameter IP address, DNS dan leased line untuk komputer
client dibelakang IPFire dengan menandai pada opi "Enable". Pilih "Ok"
untuk menyimpan konfigurasi DHCP.
Jika terdapat kesalahan pada konfigurasi
yang anda buat, anda dapat melakukan konfigurasi ulang dengan
mengetikkan perintah “setup” (tanpa tanda kutip) pada konsol shell atau
SSH / putty.
Untuk mengakses antarmuka web, silakan
mengakses https://ip-address-ipfire:444 lewat browser anda. Pada contoh
berikut saya mengakses IPFire yang sudah terinstal dengan IP GREEN
192.168.5.1 (https://192.168.5.1:444) menggunakan Firefox.
Jangan khawatir jika tampil layar
dengan tulisan “Connection Untrusted”, hal ini disebabkan karena
sertifikat keamanan yang digenerate sendiri oleh IPFire (bukan dari
Certificate Authority resmi).
Klik “I Understand the Risks” kemudian
“Add Exception” dan “Confirm security exception” secara berurutan. Jika
prosedurnya benar maka akan tampil prompt untuk memasukkan username dan
password.
Gunakan username admin dan password admin yang sudah ditentukan pada saat konfigurasi.
Jika password dan username yang dimasukkan benar, maka akan tampil antarmuka web seperti gambar dibawah ini :
Terdapat pesan “Profile has errors” dan
ini adalah hal yang normal karena saya menggunakan interface RED dengan
modus PPPoE (PPP DIALUP) dan akan hilang dengan sendirinya jika
parameter dialup diisi dengan benar pada menu “Dialup” dan IPFire
terhubung ke internet.
Sekarang anda dapat mengatur IPFire sepenuhnya dari web interface sesuai dengan kebutuhan anda!
Berikut tampilan “manis” halaman start antarmuka IPFire dengan fitur VPN yang aktif (courtesy IPFire wiki) :




























0 komentar:
Posting Komentar